Analisis Kualitas Air Laut Untuk Budidaya Kerang Hijau (Perna Viridis) di Pesisir Utara Kabupaten Cirebon
Keywords:
Budidaya, Kerang Hijau, Kualitas Air, Pesisir Cirebon, Kelayakan LingkunganAbstract
Kabupaten Cirebon memiliki letak geografis yang strategis di kawasan pesisir utara Jawa Barat untuk pengembangan budidaya kerang hijau, namun pemanfaatannya belum optimal akibat keterbatasan pengetahuan pembudidaya dan ancaman penurunan kualitas lingkungan. Kerang hijau merupakan organisme filter feeder yang sangat rentan terhadap bioakumulasi polutan seperti logam berat (Pb, Cd, Hg) yang berasal dari limbah domestik, dan aktivitas pelabuhan di sekitar muara sungai. Keberhasilan budidaya ini tentunya sangat bergantung pada kesesuaian parameter fisika-kimia perairan, terutama suhu (28–32°C), salinitas (28–34 ppt), dan pH (7,0–8,5). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air laut dan mendeskripsikan kondisi lingkungan di pesisir utara Kabupaten Cirebon guna menentukan kelayakan lokasi budidaya yang aman, produktif, dan berkelanjutan secara ekonomis bagi masyarakat setempat. Penelitian deskriptif kuantitatif ini dilakukan melalu survei lapangan pada bulan Desember 2025 di pesisir utara Kabupaten Cirebon dengan teknik purposive sampling pada 10 titik pengamatan. Pengukuran parameter kualitas air dilakukan secara in situ menggunakan instrumen digital untuk menguji suhu, pH, dan salinitas dengan interval jarak antar titik sebesar ±20 meter setiap pantai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata suhu perairan berada pada 28,4°C, salinitas 27,7 ppt, dan pH 7,71, yang secara keseluruhan masih memenuhi standar baku mutu air berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021 untuk budidaya biota laut.
References
Asaduizzaman, M., et al. (2020). Muiltifaceteid linkageis among eico-physiological factors and greiein muisseil (Peirna viridis) aquiacuiltuirei. Aquiacuiltuirei, Eilseivieir (ScieinceiDireict).
Cordova, M. R., & Nuirruihwati, I. (2021). Heiavy metal contamination in greiein muisseil (Peirna viridis) from Cirebon coastal wateirs, Indoneisia. AACL Biofluix, 14(1), 345-354.
Fadhilatuinnisa, A. (2020). Preivaleinsi eiktoparasit arthropoda, neimatoda dan protozoa pada kerang hijau (Peirna Viridis Linnaeiuis, 1758) di Tambak Muiara Angke Jakarta Utara (Bacheilor's theisis, Fakuiltas Sains dan Teiknologi Uiniveirsitas Islam Neigeiri Syarif Hidayatuillah Jakarta).
Gosling, Ei. (2003). Bivalvei Molloscs:Biology, Eicology and Cuiltuirei. Blackweill Scieintei Ltd.
Hakim, G. H., Tauifiq-Spj, N., & Reidjeiki, S. (2024). Variasi Uikuiran Kerang hijau (Peirna viridis) Di Pesisir Tambak Lorok, Seimarang. Jouirnal of Marinei Reiseiarch, 13(4), 617-624.
Hardi, Ei. H., Zamani, N. P., & Madduippa, H. (2022). Analisis kualitas perairan dan kelayakan budidaya kerang hijau (Peirna viridis) di Teiluik Jakarta. Juirnal Akuiakuiltuir Indoneisia, 21(1), 98-110.
Hidayat, T. (2019). Analisis Kontribuisi Budidaya Kerang hijau TerhadapPeindapatan Masyarakat Peirspeiktif Eikonomi Islam (Stuidi di Puilaui Pasaran Keluirahan Kota Karang Kecamatan Teiluik Betuing Timuir Kota Bandar Lampuing) (Doctoral disseirtation, UiIN Radein Intan Lampuing).
Indoneisia. (2021). Peiratuiran Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentangPeinyeileinggaraan Peirlinduingan dan Peingeilolaan Lingkungan Hiduip. Leimbaran Neigara Reipuiblik Indoneisia Tahun 2021 Nomor 31. Jakarta: Seikretariat Neigara.
KementerianLingkungan Hiduip Reipuiblik Indoneisia. (2003). Kepuituisan Meinteiri Lingkungan Hiduip Reipuiblik Indoneisia Nomor 115 Tahun 2003 tentangPeinetapan Bakui Muitui Air. KementerianLingkungan Hiduip RI.
Lahan, K., & Timbal, K. L. B. (2016). Perairan Tambak Lorok Seibagai Kawasan Budidaya Kerang hijau (Peirna viridis) Beidasarkan Analisis.
Muittaqin, M. Z., Yona, D., & Atmodjo, W. (2021). Kajian historis peirkembangan kota pesisir Cirebon. Juirnal Seijarah dan Buidaya, 15(2), 123-135.
Pramaningsih, V., Yuiliawati, R., Suikisman, S., Hansein, H., Reini, S., & Daramuisseing, A. (2023). Indeiks Kualitas Air dan Dampak terhadapKeseihatan Masyarakat Sekitar Suingai Karang Muimuis, Samarinda. Juirnal Keseihatan Lingkungan Indoneisia.
Puitri, D. A. & Nuirhayati, D., (2019). Bioakuimuilasi logam beirat pada kerang hijau (Peirna viridis) di perairan Cirebon Berdasarkan muisim yang beirbeida.
Radiarta, I. N., & Sapuitra, A. (2011). Analisis spasial kelayakan lahan budidaya kerang hijau (Peirna viridis) Berdasarkan kondisi lingkungan di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Juirnal Riset Akuiakuiltuir, 6(2), 341-352.
Romdania, Y., Heirison, A., Suisilo, G. Ei., & Novilyansa, Ei. (2018). Kajian peingguinaan metodei IP, STOREt, dan CCMEi WQI dalam meineintuikan statuis kualitas air. Juirnal Spatial: Wahana Komuinikasi dan Informasi Geiografi.
Safitri, F. Z. (2015). Tingkat Eifeik Keseihatan Lingkungan Kanduingan Logam Beirat Kadmiuim (Cd) dalam Kerang hijau (Peirna viridis) yang Dikonsuimsi Masyarakat Kaliadeim Muiara Angke Jakarta Utara Tahun 2015.
Suikarno, R. I. N. A. L. D. I. (2014). Peineintuian kadar timbal dan cadmiuim dalam kerang hijau (Peirna viridis L) hasil budidaya perikanan di Kabupaten Cirebon(Laporan tuigas akhir diploma). Program Keahlian Analisis Kimia Program DiplomaInstituit Peirtanian Bogor, Bogor, Indoneisia.
Suihartono, Ei. (2009). Ideintifikasi kualitas perairan pantai akibat limbah domeistik pada Monsuin Timuir dengan metodei indeiks peinceimaran (stuidi kasuis di Jakarta, Seimarang, dan Jeipara).
Suindari, S., Suiryani, Suiwarni, P. Ei., Eivadianti, Y., & Suiharto. (2022). Peindampingan neilayan SKIP pada peineirapan metodei budidaya kerang hijau yang teipat di Buimi Waras Bandar Lampuing. SEiLAPARANG: Juirnal Peingabdian Masyarakat Beirkemajuian, 6(1), 410–416.



