Tepuk Sakinah Sebagai Metode Ice Breaking dalam Bimbingan Perkawinan di KUA Wonosari
Keywords:
Tepuk sakinah, Ice breaking, Bimbingan perkawinanAbstract
Penelitian ini mengkaji penggunaan yel-yel “Tepuk Sakinah” sebagai metode ice breaking dalam kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) di KUA Wonosari. Latar belakang penelitian ini adalah perlunya metode penyampaian materi pranikah yang lebih interaktif agar kegiatan Bimwin tidak berlangsung monoton. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yel-yel “Tepuk Sakinah” digunakan sebagai metode pendukung pembelajaran, bukan sebagai materi inti maupun ritual keagamaan. Penerapan metode ini mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih cair, interaktif, serta membantu menjaga fokus dan keterlibatan calon pengantin selama kegiatan Bimwin berlangsung. Dengan demikian, Tepuk Sakinah dinilai relevan sebagai media edukasi pranikah yang mendukung penyampaian nilai-nilai keluarga sakinah di KUA Wonosari.
References
Christyowati, Y. I., & Dewi, N. K. (2022). Tinjauan literatur: Pengaruh ice breaking terhadap konsentrasi dan minat belajar. Dharmas Education Journal.
https://ejournal.undhari.ac.id/index.php/de_journal/article/view/1750
Dimyati, & Mudjiono. (2013). Belajar dan pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Hamzah B. Uno. (2012). Model pembelajaran: Menciptakan proses belajar mengajar yang kreatif dan efektif. Jakarta: Bumi Aksara.
Humaya, R., dkk. (2021). Ice breaking sebagai stimulus minat dan motivasi belajar peserta didik. Paedagogi: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan.
https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/PAEDAGOGI/article/view/57785
Jasman, dkk. (2024). Bimbingan pranikah dan pembentukan keluarga sakinah. Menara Pengabdian.
https://jurnal.umsb.ac.id/index.php/menarapengabdian/article/view/5979
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2022). Modul bimbingan perkawinan untuk calon pengantin. Jakarta: Kemenag RI.
Kementerian Agama Republik Indonesia. Membangun keluarga sakinah.
Knowles, M. S. (1984). The adult learner: A neglected species. Houston: Gulf Publishing Company.
https://scholar.google.com/scholar?q=Malcolm+S+Knowles+The+Adult+Learner
Najah, dkk. (2021). Efektivitas pembinaan calon pengantin dalam mewujudkan keluarga sakinah. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan, 7(3), 1303–1312.
http://dx.doi.org/10.37905/aksara.7.3.1303-1312.2021
Pengadilan Agama Wonosari. (2024). Laporan tahunan Pengadilan Agama Wonosari tahun 2024.
Riska Putri Taupik, dkk. (2023). The effect of using ice breaking on learning motivation of elementary school students. Indonesian Journal of Science and Education, 7(2).
https://journal.untidar.ac.id/index.php/ijose/article/view/735
Slameto. (2010). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Suyadi. (2013). Strategi pembelajaran pendidikan karakter. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Ulumuddin. (2022). Penyuluhan harmonisasi keluarga dalam bentuk ice breaking: Tinjauan filosofis historis pada Tepuk Sakinah. Jurnal Ulumuddin.
https://jurnal.ucy.ac.id/index.php/agama_islam/article/view/3215
Upaya bimbingan pranikah bagi calon pengantin dalam membentuk keluarga sakinah di KUA Kecamatan Medan Tembung. Innovative: Journal of Social Science Research.
https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/7632



